Kesendirian adalah suatu kemutlakan.
Kita…pada akhirnya pasti akan mengalaminya.
Sekarang, dulu ataupun nanti.
Tak peduli apa yang sedang kau rasa.
Tak peduli apa yang sedang kau kira.
Tak peduli betapa kau cinta.
Semuanya akan berakhir pada kesendirian.
Dalam beberapa saat yang gelap….
Dalam beberapa saat yang senyap…
Dalam beberapa kala kau lenyap….
Hilang menembus bayangmu….
Ingatlah saat kau bersama.
Seseorang, sahabat, keluarga, saudara, gurumu, muridmu, siapamu…
Apakah bahagia bersama mereka?
Jika tidak, ingatlah sendirimu.
Bila belum, pernahkah kau sendirian?
Bila sendiri begitu menyiksamu lalu kenapa bersama membuatmu kehilangan senyuman?
Kesendirian adalah temanku, seberapapun bencimu pada kesendirian, dia temanku yang setia.
Menemani kemana aku pergi.
Dalam bersama, dalam ramai suasana, di mana saja.
Dan aku selalu bisa menikmati kesendirian.
Di bantu sedikit dorongan untuk memberi, aku telah merenungkan semuanya,
mimpi-mimpiku, jalan hidupku, itikadku, keinginanku, diriku yang mana kupilih, banyak sekali.
Kesendirian memberiku jalan menujuNya.
Dalam terang sinar cahaya yang entah ke mana menuju.
Kadang aku tersesat…
tapi, selalu bisa kembali selama Dia ada di hati.
Begitulah.
Kesendirian telah menjadi bagian hidupku secara sempurna.