Tak ada. Kemanakah adanya kita?
Pada setiap langkah tak pernah kembali satu jejak pun.
Tak ada rasa atau sedikit peduli.
Dan kita, akan pergi bersama ke satu jejak
Menyusuri jalan-jalan yang tak pernah dilalui.
Lorong-lorong jalan yang gelap,
Tetapi begitu menyegarkan bagi kita
Aroma lauthutangunungsawahpadipinuseucaliptusmentolsemanggipandanjeruk bercampur aduk beralaskan tikar lumut hijau raksaksa yang menghampar luas dalam cakrawala.
Semuanya lebih indah saat kita bersama,
Langit biruhitammerahjingga adalah sama putihnya awan,
Dan rembulan yang bersinar seindah bintang,
Lalu senyummu, tetap selalu lebih indah.
Lalu kita berjalan pada jalan lain menempuh jarak lebih jauh,
Pada lelahmu kau sebut namaku,
Pada lelahku kupeluk asamu,
Lelah kita pada satu tempuhan merenggut segala perih dihati,
Melenyap satu amarah yang terpercik cepat ketika tak saling mengerti,
Kita lalu berhenti mengambil nafas pelan lalu menghembus bersamaan,
Kita sampai!
Tak ada? Dimanakah adanya kita?
Pada setiap tempat aku memberi satu tanda tempat bagi kita untuk mengulang segala.
Dan kau akan tersenyum setiap melihat tanda,
Lalu aku begitu gembira dan berkata sungguh aku bahagia,
Sungguh kita bahagia.
Tak ada? Bukankah adanya kita?
Kita bersama dan ada pada setiap peduli derita dan cinta.