Ketika pergantian hari menjadi hal yang biasa, tak ada lagikah rasa diantara kita. Aku sungguh telah mencintaimu dengan sepenuh hati. Menunggumu di tempat biasa dan kau tak pernah datang. Menjagamu ketika kau sendiri dalam kegalauan hidup. Bukankah telah kuberikan seluruh hidupku untukmu? Lalu kenapa kau masih tak peduli?
Apa tak lagi ada rasa dihatimu untukku, untuk sekedar peduli. Kau menjauh dan tak lagi memberiku kehangatan. Bukankah dulu kita selalu bersama. Menatap pergantian hari dengan penuh kehangatan. Kau peluk aku dalam kasihmu dan kita saling bercumbu dalam kemesraan cinta. Kita adalah satu yang tak terpisahkan. Atau kau (sudah) lupa?
Apakah sekedar lupa telah membuat kita berjarak?
Dulu, kita telah begitu dekat. Tak ada lagi yang bisa bedakan aku dan kamu. Kita benar-benar melekat.
Sudahlah. Lebih baik kita berpisah.
Memang bisa?