Tak lagi seperti, karena semua telah berlalu.
Apakah tak ingin atau tak perlu ingin?
Semuanya mungkin tak mudah, tapi , tak berarti menyerah. Kamuflase di depan mata tak selalu menyulitkan. Tapi, diri yang berkamuflase selalu tampak biasa.
Kadang terjebak bias. Tak bisa menentukkan pilihan. Pada diri yang mana akan berserah?
Selalu ada tempat kembali di salah satu ruang di hati. Hanya saja aku belum melihat jalan menuju ke sana. Hanya ada jalan untuk pergi!
Pagi ini tak ada jejak yang dapat kucium, semuanya hilang dengan cepat, mengantarku untuk menunduk malu, ah, diri ini masih hina.
Apakah bulan tak berpesan pada mentari tentang kejadian malam tadi? Ketika dengan sengaja, aku berdosa. Semoga tidak.
Malam tadi memang dingin dan aku hanya memanasi diriku dengan sedikit ingin, harapan kosong. Bukankah harapan bisa merentas asa, walau kosong sekalipun, kataku malam tadi pada diri. Tapi, apa gunanya, mengharap pada selainMu. Tidak, aku berharap padaMu untuk selainMu. Heh……
Berharap, panas mentari pagi ini membakar semua harapan kosong itu. Biarkan aku terbakar dalam mandi cahayaMu, bila memang aku bisa mendapatkan (cahayaMu).