Wednesday, August 6th, 2008


Aku bodoh…..aku bodoh….. aku bodoh….. aku bodoh….. aku bodoh….. aku bodoh…..

Ah, berapa kali kuucapkan pun tak berguna. Karena aku memang merasa tak bodoh. Hanya orang yang bodoh yang merasa dirinya bodoh. Aku tak merasa pintar, tapi, cukup pintar untuk merasa diriku tak bodoh.

Kadang, banyak disalahpahami antara tidak tahu dengan bodoh. Bodoh itu hanya umpatan untuk orang yang kalah lalu menyerah sedang tidak tahu adalah sesuatu yang lain. Tidak tahu bisa mengundang rasa ingin tahu dan pencarian kebenarannya. Atau tidak tahu adalah sikap orang bodoh yang menyerah pada kemalasan mereka.

Sayangnya kata bodoh kadang begitu menyihir dan membuat enggan rasa keingintahuan untuk sekedar hinggap di lobus pikiran. Kata bodoh dijadikan alasan dari ketidakmauan berpikir. Ketidaksudian mengkerutkan kening dan bertanya kenapa.

Bebaskan dirimu dari rasa malas maka kau terbebas dari kebodohan. Biarkan akalmu mencari kebenaran dan cahaya akan menerangi hatimu. Setiap ilmu yang kau ajarkan menambah pengetahuanmu dan menerangi pikiranmu. Ilmu pengetahuan memberikan petunjuk bagimu dan amal perbuatan membawamu pada cita-citamu.

~~~~

Kau datang bawa pesan: aku ada.

Lalu hilang tanpa tanda.

Kau menengokku sekali lagi,

Meninggalkan jejakmu sebuah senyuman.

Aku tak pernah peduli karena kau bukan bidadariku.

Tapi, aku selalu ada untuk setiap cerita.

Ketika suaramu datang, aku adalah pendengar yang baik.

Ketika kau pergi, aku tak perlu menunggu.

Bidadari bagiku bukan seorang wanita,

Dia adalah segenggam jiwa tak berkelamin.

Toh aku tak perlu dengan segala syahwat bila aku masuk surga nanti, apapula bila masuk neraka.

Bidadari bukan wanita dan karenanya aku bisa menunggu dia datang selama apapun.

Rindu yang kupendam untuknya tak pernah jadi dendam.

Dan dirimu yang mengaku bidadari tunjukkanlah sayapmu,

Terbanglah di depanku dengan senyum di wajah dan pergilah ke surga!

Lihat bidadariku dan tak usah malu, sapalah dia dan ucapkan salam dariku.