Kilatan-kilatan cahaya berlompatan. Neuron-neuron mengisi muatan, bertukaran muatan lalu kilatan kembali berlompatan. Kilatan-kilatan selalu begitu saja terjadi: ketika cahaya menyerbu mata dan benda-benda jadi kepingan transmiten, berlompatan ke dendrit lalu begitu saja pergi ke akson dan berjalan-jalan di sel schwann. Ketika suara menumbuk gendang telinga lalu berhamburan jadi transmiten atau ketika otot-otot bergerak dan mengirim simpul-simpul gelombang ke syaraf dan terjadilah begitu.
Kilatan-kilatan itu selalu berakhir di suatu tempat, yang maha rumit dan berlipat-lipat. Suatu tempat keabu-abuan yang penuh dengan kilatan cahaya tak terkira. Di sinilah muatan-muatan transmiten di dendrit paling ujung di simpan. Dan ketika sengatan memori datang, transmiten-transmiten yang tersimpan berhamburan jadi listrik. Memamerkan kilatan cahaya yang berlompatan, memenuhi diensefalon dengan silau.