Thursday, December 4th, 2008


Anak kecil berlari kecil,

Menadah hujan lewat wajah.

Langit ia tatap,

Menantang turun hujan semakin lebat.

Inilah aku,

Si anak kecil,

Yang dengan lantang menantang:

“Hujan, datang lagi besok sore!”

Hujan lagi.

Gerimis berubah hujan dari tadinya awan.

Tak tahu, apa hujan berarti sedih, tak tahu.

Hitam awan serupa mendung di wajah,

sedang air tumpahnya yang jadi hujan, serupa air yang turun berlelehan lewat mata,

dan sempurnalah hujan serupa sedih.