Dan begitulah senja ini, malam datang begitu cepat. Tak menyisakan jingga di ufuk. Dalam sekejap hari jadi gelap. Malam datang membawa senyap, sedang senja menjerit karena tertusuk malam. Namun siapa mendengar, ditengah gelap menakutkan ini, yang ada hanya sepi.

Oh senja yang indah, apa dia mati, belum kuucapkan terimakasih, untuk temani kupergi. Aku yang sepi dan senja yang ramai pasangan serasi. Aku beri senja cahaya untuk menghias wajahnya, kadang jingga atau merah kadang kelabu lalu merah muda, ah betapa cantik dia. Selalu kami bertemu, di setiap sore, saat aku tergenlincir semakin ke barat, lalu menenggelamkan diri di horizon. Ketika aku tenggelam dia hilang diganti malam.

(more…)