Lukiskan untukku malam,
Kan kugambarkan rembulan,
yang akan terangi malammu.
February 28, 2009
Lukiskan untukku malam,
Kan kugambarkan rembulan,
yang akan terangi malammu.
February 22, 2009
Dulu,
Rumah bagiku,
Orang terkasih yang aku bersamanya.
Suatu tempat nyaman dengan orang yang kukenal baik.
Segala asing segala benci segala sembunyi bukanlah rumah.
Rumah adalah tempat yang aku pulang padanya,
Menitip rindu lewat jarak,
Kini,
Rumah adalah sepi,
Yang aku sendiri bersamamu.
Yang tak lagi kupikir segala dunia.
Pulanglah ke rumah.
Rumahku di hatimu dalam satu ruang gelap yang hanya kau cahayanya.
Saat aku pulang,
Apa akan kau terima karena aku pencinta yang buruk bagimu.
February 20, 2009
Sebutir nasi tertelan dalam lumpur pati berair ptyalin menyeloroh saja ke laring lalu meluncur jatuh ke lambung.
Di lambung dia kecebur kolam asam berenang tak karuan lalu limpas serupa gula kapas kena ludah, sampai lumat bubur. Dari lambung diremaslah dia diusus-usus, dari duabelas jari ke halus lalu ampas ke besar, tak usah cerita ampas, mari cerita sarinya.
Sebutir nasi jadi sari pati yang serendah-rendah dan sesederhananya gula, glukosa orang biasa sebut dia. Glukosa diserap usus halus. Setelahnya mengetuklah glukosa pintu membran sel. Setelah masuk dibawa ojek transfor aktif menembus segala dinding dari lipoprotein dan fosfolipid sampai ke rumah si mitokondria.
“tok..tok..tok..!”
Pintu mitokondria diketuk masuklah glukosa.
“Ada perlu apa?” tanya mitokondria,
“Perlu energi!”
Tanpa basa-basi diapitlah glukosa ditabrakan saja dengan enzim, kalau mau kenal namanya heksokinase, sekonyong-konyong ATP ikut melabrak sampai fosfornya nempel satu ke glukosa.
Glukosa yang penyok sana-sini berubah wujud jadi fruktosa-fosfat. Belum apa-apa dia sudah kena labrak ATP bareng fosfofruktokinase sampai nempel lagi itu satu fosfor, berubahlah fruktosa-fosfat jadi fruktosa-difosfat, di- artinya dua!
Si fruktosa-difosfat yang sempoyongan kena tabrak, nabrak si fruktosa difosfat aldolase sampai belah dua! Yang satu jadi dihidroksi aseton fosfat satu lagi jadi gliseraldehid fosfat. Sampai di sini, marilah cerita salah satunya saja, yaitu gliseraldehid fosfat, karena si dihidroksi aseton fosfat amat lemah tanpa kuasa.
Gliseraldehid fosfat yang lahir dari belahan fruktosa-difosfat keliling beberapa nanodetik di dalam rumah mitokondria, tiba-tiba ditembak fosfor! Lalu elektron oleh NAD plus. Fosfor menembus dadanya dan bersarang di sana, sedang elektron menyerang kepala aldehidnya jadi karboksilat. Jadilah dia difosfogliserat.
Di luar sungguh panas, tambahlah panas pas fosfogliserat kinase ngambil pelor fosfor dari difosfogliserat buat dikasih ke ADP. ADP yang dapat fosfor lari terbirit-birit, biar langsung: berubah! Jadilah dia ATP, yang punya energi seabreg! Suasana tegang, karena gara-gara fosfornya dicabut, difosfogliserat jadi tinggal punya satu fosfor, namanya tentu harus diganti. Bubur merah-bubur putih tak sempat dibuat, karena nama fosfogliserat untuk ganti namanya difosfogliserat, jadi tinggal nama! Karena setelah dimutase, yang fosfatnya digeser dikit, dia kena fosfopiruvat kinase jadi lah dia fosfoenol piruvat.
Si fosfoenol piruvat dibujuk piruvat kinase buat ngasih dia punya fosfor ke ADP. Karena tergiur dia kasihlah dia punya fosfor ke ADP yang terbirit-birit dapat fosfor buat berubah jadi ATP, busyet deh larinya kenceng banget! Ingat, ATP berenergi tinggi. Setelah kehilangan fosfor, tak layak lagi fosfoenol piruvat, menyandang nama fosfo, orang gak punya fosfor! Jadi, panggil saja piruvat.
Dari piruvat bolehlah dia keluar sebentar, tengok sekitar rumah mitokondria. Biar piruvat dipilihkan peran barunya yang cocok, misal apa mau jadi asam amino atau masuk ke siklus asam sitrat. Kalau misal dia jadi asam amino ajukanlah lamaran ke bagian anabolisme. Sedang kalau mau berputar-putar dalam siklus asam sitrat carilah koenzim A yang masih singel untuk jadi pasangan.
Dari asam aminolah tumbuh segala protein, dari proteinlah dibangun semua organel sel, dari sellah tumbuh jaringan, dari jaringanlah tumbuh organ, dari organlah tumbuh makhluk. Tapi, jangan salah, ada makhluk yang cuma butuh sel untuk disebut makhluk, macam bakteri.
Sedang bila masuk siklus asam sitrat, piruvat bersama koenzim A, berkeliling bersama dalam lingkaran berubah-ubah wujud dalam siklus. Pasangan piruvat dengan koenzim A manyatu jadi asetil koenzim A, yang kemudian masuk siklus: jadi sitrat yang jadi cis-akoninat yang jadi isositrat yang jadi alfa ketoglutarat yang jadi suksinil koenzim A yang jadi suksinat yang jadi suksinat yang jadi fumarat yang jadi malat yang jadi okslaoasetat yang jadi sitrat jadi cis-akoninat yang jadi isositrat yang jadi alfa ketoglutarat yang jadi suksinil koenzim A yang jadi suksinat yang jadi suksinat yang jadi fumarat yang jadi malat yang jadi okslaoasetat……………………………………………………………
Sampai habis tak akan berhenti ini siklus. Dari siklus didapat karbondioksida yang keluar lewat mulut kita. Dan jangan lupa, sama si NADH, FADH dan GTP yang bisa jadi si ATP berenergi tinggi itu!
Tamat dulu dah!
February 20, 2009
Hatiku kosong kepompong melompong,
Terbungkus sutra kasih sedang isi tak ada.
Kau, yang dicari, segala nafsyu tak kan sampai.
Memurni hati dengan mendedah sulfur merah, shufa’,
Tak pernah cukup hanya ‘tuk sekedar menengokmu di batas kasyaf.
Akulah fana, dan kau abadi!
Akulah hina dan kau tinggi
Tak cukup segala rindu,
‘Tuk sekadar merasa cinta padamu,
Sementara di ruang semesta begitu berjuta manusia mengagummu,
Sedang aku debu terombang-ambing angin kasihmu dalam jalan menujumu.
Akulah budak, dan kau tuanku!
Akulah tubuh dan kau ruhku.
Badai rasa mengguncang jiwa,
Getarmu dalam jantung detakku berdenyut mengirim sepi,
Aku fana lalu hina menjadi budak dalam tubuh yang ruhmu!
Akulah profan, dan kau absolut.
Aku solut dan kau solven!
February 20, 2009
Langit tertelan gelap,
Samudera pekat awan menggumpal hitam
Senyum merekah dari merah gincu
“Buatkan aku perahu di satu malam!”
Hati menjerit di senang yang melilit
Tebas sepohon kurupa perahu
Golok tajam dan waktu adalah perang
Digerogotinya malam hingga tinggal berapa bagian
Di timur sana kemilau ayam jagi berkokok!
Gendang berhenti dendang karena usai perang
Siapa dapat kalahkan waktu Sangkuriang tentu!
Rupa perahu sempurna bentuk
Taruh saja depan mata!
Merah gincu Dewi Sumbing,
Senyum silau fajar kemilau,
Ditendang perah ke mukaku.
Perahu jadi gunung dan aku batu di dalamnya.
“Sangkuriang anak durhaka!”
February 13, 2009
Apa itu Tasawuf?
Menurut Ibrahim Basyuni tasawuf adalah kesadaran murni yang mengarahkan jiwa secara benar kepada amal dan kegiatan yang sungguh-sungguh, menjauhkan diri dari keduniaan dalam rangka mendekatkan diri kepada Allah, untuk mendapatkan hubungan yang erat dengannya.
Sedangkan menurut Ibnu Qayyum Al Jauziyah dalam Madaruj as Salikin para pembahas ilmu ini telah sependapat bahwa tasawuf adalah moral. Sementara Al Kattani mengungkapkan bahwa tasawuf adalah moral, barang siapa diantara kamu bermoral, tentulah jiwanya semakin bening.
Lalu menurut Abu Zakariya al-Anshari tasawuf adalah suatu sikap memurnikan hati di hadapan Allah dan memandang remeh atau rendah terhadap selain Allah.
Banyak sekali rujukan tentang asal muasal kata tasawuf. Beberapa kata dasar yang sering dikaitkan adalah shaff, shuf, ahl ash shuffah dan shufa’. Shaff berarti baris, kata ini merujuk pada kebiasaan para kaum sufi yang sering berada di barisan pertama ketika shalat. Sedang shuf berarti kain wol yang kasar, merujuk pada kebiasaan kaum sufi yang menjadikan kain wol kasar sebagai bahan pakaian mereka. Sedang ahl ash shuffah merujuk pada sahabat Nabi yang tinggal di serambi masjid Nabi. Lalu, Jabir ibn Hayyan, seorang kimiawan muslim abad pertengahan malah mengaitkannya dengan shufa’, yaitu proses penyucian belerang merah. (more…)
February 11, 2009
Ketika aku sendiri, aku merindukanmu. Ketika kita bersama, ingin rasanya aku hanya merindukanmu, jauh sendiri darimu.
Ketika mata ini terpejam, hatiku diam-diam membisikkan untuknya: aku cinta kamu. Lalu, aku terbangun dengan perasaan bahagia, dia bersamaku di mimpi tadi.
Ketika aku berada begitu dekat dengannya betapa ingin aku memintanya untuk bersama menjadi bagian diriku. Peluklah erat hatiku dan akan kutanggung semua sakitmu.
Ketika mati datang dengan cepat siapa mengira? Hanya teruslah bekerja untuk-Nya sampai tiba waktunya kita kembali.
Ketika semuanya terlambat di katakan, setidaknya masih ada yang mendengarkan. Ketika waktuku berhenti, kulepas semua milikku dan membiarkan semesta memilikinya sebagai pemberian terakhirku.