Sebutir nasi tertelan dalam lumpur pati berair ptyalin menyeloroh saja ke laring lalu meluncur jatuh ke lambung.
Di lambung dia kecebur kolam asam berenang tak karuan lalu limpas serupa gula kapas kena ludah, sampai lumat bubur. Dari lambung diremaslah dia diusus-usus, dari duabelas jari ke halus lalu ampas ke besar, tak usah cerita ampas, mari cerita sarinya.
Sebutir nasi jadi sari pati yang serendah-rendah dan sesederhananya gula, glukosa orang biasa sebut dia. Glukosa diserap usus halus. Setelahnya mengetuklah glukosa pintu membran sel. Setelah masuk dibawa ojek transfor aktif menembus segala dinding dari lipoprotein dan fosfolipid sampai ke rumah si mitokondria.
“tok..tok..tok..!”
Pintu mitokondria diketuk masuklah glukosa.
“Ada perlu apa?” tanya mitokondria,
“Perlu energi!”
Tanpa basa-basi diapitlah glukosa ditabrakan saja dengan enzim, kalau mau kenal namanya heksokinase, sekonyong-konyong ATP ikut melabrak sampai fosfornya nempel satu ke glukosa.
Glukosa yang penyok sana-sini berubah wujud jadi fruktosa-fosfat. Belum apa-apa dia sudah kena labrak ATP bareng fosfofruktokinase sampai nempel lagi itu satu fosfor, berubahlah fruktosa-fosfat jadi fruktosa-difosfat, di- artinya dua!
Si fruktosa-difosfat yang sempoyongan kena tabrak, nabrak si fruktosa difosfat aldolase sampai belah dua! Yang satu jadi dihidroksi aseton fosfat satu lagi jadi gliseraldehid fosfat. Sampai di sini, marilah cerita salah satunya saja, yaitu gliseraldehid fosfat, karena si dihidroksi aseton fosfat amat lemah tanpa kuasa.
Gliseraldehid fosfat yang lahir dari belahan fruktosa-difosfat keliling beberapa nanodetik di dalam rumah mitokondria, tiba-tiba ditembak fosfor! Lalu elektron oleh NAD plus. Fosfor menembus dadanya dan bersarang di sana, sedang elektron menyerang kepala aldehidnya jadi karboksilat. Jadilah dia difosfogliserat.
Di luar sungguh panas, tambahlah panas pas fosfogliserat kinase ngambil pelor fosfor dari difosfogliserat buat dikasih ke ADP. ADP yang dapat fosfor lari terbirit-birit, biar langsung: berubah! Jadilah dia ATP, yang punya energi seabreg! Suasana tegang, karena gara-gara fosfornya dicabut, difosfogliserat jadi tinggal punya satu fosfor, namanya tentu harus diganti. Bubur merah-bubur putih tak sempat dibuat, karena nama fosfogliserat untuk ganti namanya difosfogliserat, jadi tinggal nama! Karena setelah dimutase, yang fosfatnya digeser dikit, dia kena fosfopiruvat kinase jadi lah dia fosfoenol piruvat.
Si fosfoenol piruvat dibujuk piruvat kinase buat ngasih dia punya fosfor ke ADP. Karena tergiur dia kasihlah dia punya fosfor ke ADP yang terbirit-birit dapat fosfor buat berubah jadi ATP, busyet deh larinya kenceng banget! Ingat, ATP berenergi tinggi. Setelah kehilangan fosfor, tak layak lagi fosfoenol piruvat, menyandang nama fosfo, orang gak punya fosfor! Jadi, panggil saja piruvat.
Dari piruvat bolehlah dia keluar sebentar, tengok sekitar rumah mitokondria. Biar piruvat dipilihkan peran barunya yang cocok, misal apa mau jadi asam amino atau masuk ke siklus asam sitrat. Kalau misal dia jadi asam amino ajukanlah lamaran ke bagian anabolisme. Sedang kalau mau berputar-putar dalam siklus asam sitrat carilah koenzim A yang masih singel untuk jadi pasangan.
Dari asam aminolah tumbuh segala protein, dari proteinlah dibangun semua organel sel, dari sellah tumbuh jaringan, dari jaringanlah tumbuh organ, dari organlah tumbuh makhluk. Tapi, jangan salah, ada makhluk yang cuma butuh sel untuk disebut makhluk, macam bakteri.
Sedang bila masuk siklus asam sitrat, piruvat bersama koenzim A, berkeliling bersama dalam lingkaran berubah-ubah wujud dalam siklus. Pasangan piruvat dengan koenzim A manyatu jadi asetil koenzim A, yang kemudian masuk siklus: jadi sitrat yang jadi cis-akoninat yang jadi isositrat yang jadi alfa ketoglutarat yang jadi suksinil koenzim A yang jadi suksinat yang jadi suksinat yang jadi fumarat yang jadi malat yang jadi okslaoasetat yang jadi sitrat jadi cis-akoninat yang jadi isositrat yang jadi alfa ketoglutarat yang jadi suksinil koenzim A yang jadi suksinat yang jadi suksinat yang jadi fumarat yang jadi malat yang jadi okslaoasetat……………………………………………………………
Sampai habis tak akan berhenti ini siklus. Dari siklus didapat karbondioksida yang keluar lewat mulut kita. Dan jangan lupa, sama si NADH, FADH dan GTP yang bisa jadi si ATP berenergi tinggi itu!
Tamat dulu dah!
February 26, 2009 at 1:58 am
Mampir ya ke Go Blogkar…
October 28, 2009 at 4:12 pm
Ceritanya keren… boleh ‘pinjam’ yah buat ngajar. Susah nerangin siklus Krebs ke anak2… hope it will help. Thanks.
October 30, 2009 at 6:41 am
Oh iya silakan…
sebenarnya masih perlu direvisi, ternyata ada beberapa yang aneh..
hihiihi..