Tuesday, April 14th, 2009


Oh akulah yang

ingin menjadikan diri

pengemis di pintu kasihMu

Belajarlah dari bumi yang walau

oleh manusia dipaksa memuntah segala isinya tapi tetap memberi dan

eratlah dia memegang udara yang terus kita hirup

menyesakan paru lalu darinya lah hujan datang dan benih-benih tumbuh

iringi tumbuhnya dirimu.

Petanglah yang membuatmu datang merengkuh senja dalam

raupan cahaya sementara

igaumu di mimpi semalam berupa nyata dan terimalah

hidup yang kau jalani serupa

aliran angin sepoi lambat-lambat

tapi sunguh memberi kesejukan yang

mungkin hanya dirimu yang dapat dan

akan selalu begitu maka

kejarlah mimpi itu sampai

akhir yang kau berlalu dengannya.