Tuesday, June 2nd, 2009


Adalah malam dan rembulan yang mengkristal yang buatku tak jemu menunggu bila beku hatiku kuharap kau tahu cintaku padamu tak terganti seperti hari-hari yang berlari mengejar mati lalu nanti saat jumpa lagi maukah janji satu kali yang lain tak pernah jua mengerti apa yang buatku pergi hanya begitulah siang mengejar mentari yang menari cahaya dalam birumu yang mendung sedih murung dan angin mengarak hijau melintas cepat melesat petir dari duka ke tua usia lalu tenggelamlah senja di ufuk timur kau terbit lalu berlarilah kejar mimpi yang tak pernah sampai kau gapai dan biar aku menunggu saja adalah malam dan rembulan yang mengkristal. (more…)

Kaulah permata yang sinar jernih matamu membuat silau mataku dan

aku jatuh hati pada merah bibir dan cahaya pancaran wajah jadi

rausyan menimpakan nur ke hatiku lalu damai dan tertambatlah aku melabuh

ke hatimu dan

inta hanya tersenyum indah maka

nyanyikanlah lagu damai di hati: inta aku cinta.