Adalah malam dan rembulan yang mengkristal yang buatku tak jemu menunggu bila beku hatiku kuharap kau tahu cintaku padamu tak terganti seperti hari-hari yang berlari mengejar mati lalu nanti saat jumpa lagi maukah janji satu kali yang lain tak pernah jua mengerti apa yang buatku pergi hanya begitulah siang mengejar mentari yang menari cahaya dalam birumu yang mendung sedih murung dan angin mengarak hijau melintas cepat melesat petir dari duka ke tua usia lalu tenggelamlah senja di ufuk timur kau terbit lalu berlarilah kejar mimpi yang tak pernah sampai kau gapai dan biar aku menunggu saja adalah malam dan rembulan yang mengkristal.
adalah kau dan rembulan yang mengkristal jadi malam
panggillah fajar dari ufuk barat
aku akan datang memanggul surya untuk tak tenggelam dan
kujadikan fajar untukmu
Adalah malam yang rembulan mengkristal jadi kau
Menggilalah segala cinta
mengiba dalam derita
jika dukaku tak sampai biar angin membadai di hatimu yang batu
adalah malam dan rembulan yang mengkristal yang dukaku jadi tetes meleleh dan ranggimu yang tak terbeli jadi mimpi lalu pusaku jadi pusang galau jadi petang yang menanti kelam hatimu hatiku kalau sukat jadi batu pasti bersatu tapi berlarilah kejar mimpimu sudah sampai akhir aku mati kau tak mengerti dan biarlah rembulan mengkristal jadi malam di hatiku yang hitam tapi adalah cahaya sekalipun redup adalah rembulan yang bisa purnama bawa pasang hatiku dentam mencekah kristal dan malam berembulan pun pasti jadi fajar yang kilau menyuar menembus gelap dan terbitlah aku, cahaya!