Pagi itu Clarissa akan membeli bunga, melewati toko-toko dan keramaian jalanan London. Bertemu dengan beberapa kenalan dan mengenang segala peristiwa yang lalu. Pagi itu di bulan Juni, ketika angin berhembus hangat dan cenderung panas, indah, menggelombang, seperti kekuatan yang datang dari surga. Clarissa berjumpa Hugh di jalan, seorang bangsawan, teman suaminya, Mr. Dalloway. Pertemuan dengan Hugh, mengingatkannya pada Peter, kekasihnya waktu muda. Dan kenangan tentang Peter pun menjelma nyata, ketika mereka muda dan saling jatuh cinta. (more…)
August 2009
August 14, 2009
August 12, 2009
Bus dan sepi. Oh, baginya saja. Lelaki yang duduk paling depan. Bus masih kosong. Tatapannya kosong, ke samping, ke deret-deret bus berjajar. Matanya kini menerawang, mengingat semua yang telah terjadi. Baru saja, ya, cuma beberapa bulan yang lalu, lelaki dan toganya, berfoto diapit kedua orang tua. Baru saja, ya, cuma beberapa minggu yang lalu, lelaki dan bapaknya, lelaki mengantar jenazah Bapaknya diiringi keluarga dan orang sekampung. Baru saja, ya, cuma beberapa hari yang lalu, lelaki dan lamarannya, diterima di perusahaan besar tapi ditolak gadis pujaan. Baru saja, ya, cuma beberapa jam yang lalu, lelaki dan ibunya, ibunya sakit minta lelaki pulang segera. Yang terakhir inilah yang membuatnya paling bingung. Bukan itu yang membuatnya bingung, bukan karena ibunya sakit, karena ini bukan pertama ibunya sakit, tapi inilah, buah tangan yang diminta ibunya: menantu. (more…)