September 2009


“Jadi, siapa pembantunya?”

“Tentu saja yang lebih gemuk!”

“Ah, mana mungkin? Tentu saja yang lebih kurus!“

“Eka? Tidak, tidak, Ulfah! Ulfahlah pembantunya“

“Eka, dia kurus. Itu tanda dia banyak kerja.”

”Ulfah, dia gemuk. Karena banyak kerja, banyak makannya.”

Keduanya diam sejenak. Yang satu memegang hidung dan memoles-molesnya. Satu lagi menggoyang-goyang kacamatanya.

”Baiklah, begini! Ketika aku bertamu ke rumah itu, aku disambut Eka, sang pembantu…..”

”Tidak, tidak, ketika aku datang, Eka juga menyambutku, tapi, dia majikannya, karena tak lama setelah aku duduk, dia panggil Ulfah, pembantunya.”

”Hmm, baiklah, kalau begitu, kenapa tak kalian ceritakan saja, masing-masing. Kita lihat siapa yang lebih benar ceritanya.”

Orang ketiga menengahi. Melerai dan menyolusi.

”Baiklah, aku dulu. Begini ceritanya: (more…)

Ibu,

Hatimu adalah bumi,

Yang menumbuhkanku dari benih usang, jadi tunas bermekaran.

Ibu,

Matamu adalah awan,

Yang menyimpan air dan menumpahkannya ketika kering hatiku.

Ibu,

Kabarmu adalah sunyi,

Yang derainya deritamu menungguku, untuk pergi!

Ibu,

Waktumu adalah fajar,

Yang terbit sebentar untuk membangunkanku dari malam.

waktu sepenuhnya milikmu karena detak berhenti ketika senyum merekah di

bibir,

beriku segala yang perlu untuk lupa.

mentari menjelma tubuhmu ketika pelukan hangat tenggelam di tubuhku.

gemintang menjadi matamu ketika malam hanya gelap.

rembulan menjelma wajahmu ketika raguku tenggelam dalam hangat rindu.

langit hanya seluas hatimu yang tabah dalam derita menungguku

tumbuh dan dewasa.

Hari ini bukanlah hari yang baik,

Ada mendung di langit yang turun ke hati.

Tetapi, begitulah aku.

 

Hari kemarin bukanlah hari yang baik,

Ada mentari tenggelam di timur langit yang membuat hatiku gelap.

Tetapi, itulah aku.

 

Hari-hari yang lalu bukanlah hari yang baik,

Ada ribuan cahaya tertelan malam.

Tetapi, akulah aku.

 

Hari esok belum tentu hari yang baik,

Ada kegelapan menunggu di sana.

Tetapi, hadapilah aku.

 

Hari-hari nanti mungkin bukan hari yang baik,

Ada berlapis kegelapan di sana.

Tetapi, akulah cahaya,

yang terus berpendar sampai tak lagi bersinar.