Ibu,

Hatimu adalah bumi,

Yang menumbuhkanku dari benih usang, jadi tunas bermekaran.

Ibu,

Matamu adalah awan,

Yang menyimpan air dan menumpahkannya ketika kering hatiku.

Ibu,

Kabarmu adalah sunyi,

Yang derainya deritamu menungguku, untuk pergi!

Ibu,

Waktumu adalah fajar,

Yang terbit sebentar untuk membangunkanku dari malam.