Sajak
September 16, 2009
waktu sepenuhnya milikmu karena detak berhenti ketika senyum merekah di
bibir,
beriku segala yang perlu untuk lupa.
mentari menjelma tubuhmu ketika pelukan hangat tenggelam di tubuhku.
gemintang menjadi matamu ketika malam hanya gelap.
rembulan menjelma wajahmu ketika raguku tenggelam dalam hangat rindu.
langit hanya seluas hatimu yang tabah dalam derita menungguku
tumbuh dan dewasa.
September 9, 2009
Hari ini bukanlah hari yang baik,
Ada mendung di langit yang turun ke hati.
Tetapi, begitulah aku.
Hari kemarin bukanlah hari yang baik,
Ada mentari tenggelam di timur langit yang membuat hatiku gelap.
Tetapi, itulah aku.
Hari-hari yang lalu bukanlah hari yang baik,
Ada ribuan cahaya tertelan malam.
Tetapi, akulah aku.
Hari esok belum tentu hari yang baik,
Ada kegelapan menunggu di sana.
Tetapi, hadapilah aku.
Hari-hari nanti mungkin bukan hari yang baik,
Ada berlapis kegelapan di sana.
Tetapi, akulah cahaya,
yang terus berpendar sampai tak lagi bersinar.
July 15, 2009
Lupakan saja,
Mimpi adalah bayangan yang selalu datang dengan cepat di malam-malam
sendirian.
Diriku saja,
Setiap rasa selalu menjadi biasa ketika kata jadi bisa.
Maumukah?
Lalu segala kesiaan ini menguap bersama udara pengap yang terus
menghimpit sesak dadaku.
Akuilah,
Aku hilang tenggelam, karam dilautmu.
hilanglah,
dalam karam terbenam sampai dasar
hatiku.
July 1, 2009
begitulah…
cahaya berjalan jauh tak berhenti sampai terserap jadi energi dan memancar kembali, walau redup tapi masih menerangi.
June 2, 2009
Adalah malam dan rembulan yang mengkristal yang buatku tak jemu menunggu bila beku hatiku kuharap kau tahu cintaku padamu tak terganti seperti hari-hari yang berlari mengejar mati lalu nanti saat jumpa lagi maukah janji satu kali yang lain tak pernah jua mengerti apa yang buatku pergi hanya begitulah siang mengejar mentari yang menari cahaya dalam birumu yang mendung sedih murung dan angin mengarak hijau melintas cepat melesat petir dari duka ke tua usia lalu tenggelamlah senja di ufuk timur kau terbit lalu berlarilah kejar mimpi yang tak pernah sampai kau gapai dan biar aku menunggu saja adalah malam dan rembulan yang mengkristal. (more…)
June 2, 2009
Kaulah permata yang sinar jernih matamu membuat silau mataku dan
aku jatuh hati pada merah bibir dan cahaya pancaran wajah jadi
rausyan menimpakan nur ke hatiku lalu damai dan tertambatlah aku melabuh
ke hatimu dan
inta hanya tersenyum indah maka
nyanyikanlah lagu damai di hati: inta aku cinta.
April 21, 2009
Jadilah aku karang hitam di
putih buih ombakmu yang menghempasku ke
biru lautan lalu gelombang datang bawa tepian dan
jadilah aku butiran pasir di pantai putihmu terhampar luas melebur satu!
April 15, 2009
Air terpancar memburu ruang melintas cepat menumbuk
karang tembus dan semayam lalu diam dalam rapat berduaan jadi darah
segumpal lalu daging segumpal lalu rusuk tulang belulang dibungkus daging
dan
jadilah!
Sempurna bentukmu dalam wujud sebaik lalu
hembusan datang bawa ruh Tuhan yang bersemayam di
kalbu jiwamu yang kemudian detak jantungmu darah jadi darah dan
mengalirlah!
Rahim membungkus rapat lewat
plasenta kau kunyah makanan ibumu sementara kakimu
bergoyang pelan dan tubuh berputar bergerak menghentak di dinding dan
senyumlah!
Sempurnalah bentuk manusiamu lalu
kau bergerak dengan hebat dan otot-otot rahim serupa
pegas mulur negang dorongmu keluar dan derap nafas ibu kembang kempis
dan
lahirlah!
Tangismu adalah tawa yang lalu
kau cari ASImu dan meneguk sepuasnya hingga
dahaga lepas yang kau diam dalam tenang di bawah pelukan ibu dan
tidurlah!
April 14, 2009
Petanglah yang membuatmu datang merengkuh senja dalam
raupan cahaya sementara
igaumu di mimpi semalam berupa nyata dan terimalah
hidup yang kau jalani serupa
aliran angin sepoi lambat-lambat
tapi sunguh memberi kesejukan yang
mungkin hanya dirimu yang dapat dan
akan selalu begitu maka
kejarlah mimpi itu sampai
akhir yang kau berlalu dengannya.