“Dalam novel Anna Karenina Leo Tolstoy dengan teliti menguraikan seluk beluk keadaan tiga macam keluarga: keluarga Stiva Oblonskii dan Dolly, di mana sang suami menyeleweng, keluarga Karenin di mana sang istri, Anna, tak mampu mengekang perasaannya dan memutuskan tali perkawinan, dan akhirnya keluarga ideal Konstantin Levin dan Kitty yang menikmati kebahagian, sesudah mengalami serentetan cobaan. Ketiga keluarga ini mempunyai hubungan kekerabatan selaku kakak-beradik, menurut garis suami-istri, atau sebelumnya belajar di universitas sama.” (Prof. Willen V. Sikorski, ahli sastra Indonesia).
Yah, cerita novel ini memang cuma berkisar diantara tiga keluarga ini. Novel ini diawali dengan keributan di keluarga Stiva Oblonskii dan Dolly. Stiva tertangkap basah selingkuh dengan pengasuh anaknya, seorang wanita Inggris, dan Dolly menuntut agar ia diperkenankan bersama lima anaknya kembali ke orang tuanya. Lalu datanglah Anna, adik Stiva, istri seorang pejabat tinggi di Petersburg, Aleksei Karenin. Anna berhasil mendamaikan suami istri ini.
Sedang Kitty adalah adik kandung Dolly. Lalu Konstantin Levin adalah teman seuniversitas Stiva. Levin adalah anak seorang bangsawan kaya, namun, alih-alih hidup di kota dia memilih hidup di desa dan menjadi tuan tanah. Ketika Levin pertama kali hendak melamar Kitty, Kitty tengah sangat berharap dilamar Aleksei Vronskii, seorang perwira yang tampan dan gagah. Maka lamaran pertama Levin pun ditolak. Namun, kemudian diketahuilah bahwa Vronskii hanya bermain-main saja dengan Kitty.
Vronskii malah jatuh hati pada Anna. Anna baginya adalah sesosok wanita yang harus dicintainya. Wanita yang begitu hidup matanya dan penuh gairah hidup, sungguh memesona. Vronskii lalu mati-matian mengejar Anna. Anna yang sadar bahwa membalas cinta Vronskii berarti dia telah menghinakan dirinya, menjadi serba dilematis. Bagaimanapun rasa cinta yang dipancarkan Vronskii begitu menggoda. Apalagi dia tak bahagia hidup dengan suaminya, yang dingin dan tak berperasaan. Saat bersama Vronskii dia menjadi begitu bergairah, penuh rasa cinta. Dan ketika kembali ke rumah, dia menjadi begitu tersiksa.
Anna akhirnya diceraikan Aleksei Karenin setelah dengan terang-terangan mengakui perselingkuhannya dengan Aleksei Vronskii. Memang Anna gembira dengan bisa terlepas dari suaminya dan hidup bersama Vronskii, namun, perpisahan dengan anak laki-laki yang sangat dicintainya sungguh menyiksa. Ditambah lagi sikap kalangan bangsawan yang tak mau menerima Anna karena menganggap Anna sebagai wanita rendahan. Anna yang terbiasa dengan cara hidup bangsawan menjadi sangat tersiksa.
Novel ini terdiri dari delapan bagian. Setiap bagian menceritakan secara perlahan kisah yang saling jalin-menjalin. Ketiga keluarga ini diceritakan secara bergantian dalam setiap bagian. Setiap bagian terdiri atas beberapa bab, biasanya lebih dari 20. Jadi memang membutuhkan kesabaran dalam mentiti bab demi bab. Ditambah lagi gaya bahasa penerjemahnya yang tidak terlalu pop, sehingga kadang perlu menelisik beberapa kalimat agar bisa benar-benar bisa dimengerti.
Secara keseluruhan novel ini bercerita tentang bagaimana keluarga ideal versi Tolstoy dibangun. Dimulai dari saling mencintai lalu saling memahami dan komunikasi dari hati ke hati. Keluarga Stiva Oblonskii dan Dolly berantakan karena Stiva tidak mau jujur pada istrinya dan senang selingkuh. Sedang keluarga Anna dan Karenin hancur karena sikap dingin dan ”menjijikkan” Karenin yang membuat Anna tak pernah mencintai Karenin. Adapun Kitty dan Levin, tulus saling mencintai dan memahami satu sama lain.
Satu hal lagi yang disorot dalam novel ini adalah tentang usaha memajukan pertanian dan petani Rusia pasca penghapusan perbudakan dalam pertanian. Levin sebagai tokoh sentral dalam usaha ini berusaha menuliskannya dalam bentuk buku dan mengaplikasikan pemikirannya dalam usaha pertaniannya di desa.