Sa’adi ash Shiraz bercerita mengenai kisah berikut:

‘Ketika kecil, aku terbiasa berdoa dengan ayah, paman-paman, dan sepupu-sepupuku. Setiap malam kami berkumpul bersama untuk mendengarkan ayat Al Quran.

Pada suatu malam, ketika pamanku melantunkan sebuah ayat dengan keras, aku menyadari sebagian besar orang telah terlelap. Aku berkata kepada ayahku:

‘Tak satupun dari orang-orang yang mengantuk ini mendengarkan perkataan Sang Nabi. Mereka tak akan pernah sampai pada Tuhan.’

Ayahku menjawab: “Anakku sayang, carilah jalanmu sendiri dengan penuh keyakinan dan biarkan yang lain mengurus jalannya sendiri. Siapa yang mengetahui, mungkin mereka sedang berbincang dengan Tuhan dalam mimpinya. Percayalah, aku lebih menyukaimu tidur bersama mereka dibanding mendengar kata-kata kerasmu yang penuh penghakiman dan kutukan.”

(diterjemahkan dari buku ‘Stories for Parents Children and Grandchildren Volume 1, Saadi of Shiraz and prayer’ karya Paulo Coelho)

Advertisements